
📷 Kredit: William Vrbasso
Penjelasan
Pernahkah kamu melihat seekor serigala gelap berbaring di atas permen karet? Tentu saja kita semua belum pernah. Serigala gila mana yang berbaring di permen karet? Uniknya, di luar angkasa ada. Foto yang menjadi APOD 20 Mei 2026 ini menampilkan Nebula Serigala Gelap, atau secara astronomis dikatalogkan sebagai Sandqvist-Lindroos 17, yang merupakan awan debu gelap yang terletak di dalam Nebula Permen Karet (Gum) 55 di rasi bintang Skorpius. Disebut "Serigala Gelap" karena memang tampilannya yang mirip kepala serigala dengan bulu gelap. Meski begitu, peran nebula ini di alam semesta cukup besar, lho. Debu kosmis sering dianggap pengganggu oleh para astronom karena menghalangi pandangan ke objek-objek yang ada di baliknya. Namun, di sinilah fungsi sesungguhnya debu itu. Nebula seperti Serigala Gelap ini dapat menyerap cahaya ultraviolet dan cahaya tampak yang dipancarkan bintang-bintang muda, lalu memancarkan ulang energi itu dalam gelombang yang lebih panjang, terutama inframerah. Proses ini mencegah cahaya berenergi tinggi untuk memanaskan gas di sekitarnya secara berlebihan. Gas yang terjaga suhunya itu, apabila cukup dingin, akan mulai runtuh ke dalam dirinya sendiri karena gravitasi, dan dari situlah bintang-bintang baru lahir. Debu gelap juga berperan sebagai tempat pertemuan bagi atom-atom hidrogen tunggal untuk bergabung menjadi hidrogen molekul, bahan baku utama pembentukan bintang. Jadi keberadaan nebula gelap bukan sekadar penghias kosmis belaka, mereka menjaga suhu tetap rendah, menyatukan bahan-bahan yang diperlukan, dan mempersiapkan kondisi agar kehidupan bintang baru bisa dimulai.
Sumber: NASA APOD | 2026-05-20
English: A dark wolf lies in gum. No, this isn’t a riddle! Today's image features the Dark Wolf Nebula (Sandqvist–Lindroos 17), a spooky dust cloud embedded within the Gum 55 (RCW 113) Nebula in the Scorpius constellation. While dust is a pest to us, it serves a vital role in creating the necessary conditions for stars to be born. The Dark Wolf absorbs the intense ultraviolet and visible light emitted by young stars in Gum 55 and re-emits it at longer, mainly infrared, wavelengths. This prevents the higher energy light from heating up the gas in the region. When a region of gas is cool enough, gravity takes over and causes the gas to collapse into a star. Not only does dust act as an interstellar thermostat, but it is also the meet-cute for single hydrogen atoms forming molecular hydrogen, the building block for stars. The seemingly sinister Dark Wolf is actually a harbinger of cosmic life.