APOD 2026-05-14: Katalog Messier dalam Skala Seragam

📷 Kredit: Sylvain Villet

Penjelasan

Pada suatu masa di abad ke-18 silam, seorang astronom Prancis bernama Charles Messier sedang terobsesi dengan perburuan komet di langit. Dalam hobi barunya itu, ia justru menciptakan sesuatu yang jauh lebih abadi: sebuah katalog berisi 110 objek langit yang tampilannya mirip komet tapi bukan komet, semacam daftar "jangan sampai tertukar" bagi para pemburu komet pada zamannya. Ratusan tahun kemudian, Katalog Messier, sebutan bagi senarai objek langit yang ditemukannya itu, bukan lagi daftar peringatan. Ia adalah peta harta karun bagi siapa pun yang baru mengenal langit malam. Dengan binokuler atau teleskop kecil, sebagian besar dari 110 objek ini bisa dimati dari belahan bumi utara, dan sebagian besar juga terlihat dari belahan bumi selatan. Isinya beragam dan tidak ada yang biasa-biasa saja. Mulai dari Messier 1 (M1), sisa-sisa ledakan supernova yang kini dikenal sebagai Nebula Kepiting. Ada Messier 31 (M31), Galaksi Andromeda, tetangga galaksi kita yang bisa dilihat dengan mata telanjang di malam yang gelap. Ada Messier 42 (M42), Nebula Orion, kawasan pembentukan bintang yang bersinar di tengah rasi paling ikonik di langit. Dan ada Messier 45 (M45), Pleiades, gugus bintang muda yang terang dan sudah dikenal manusia jauh sebelum teleskop ditemukan. Foto di atas ini memperlihatkan 110 objek Messier dalam skala seragam, memberikan kita gambaran betapa beragamnya koleksi Messier, dari yang tampak seperti bercak kabur samar hingga struktur yang detail dan memukau.


Sumber: NASA APOD | 2026-05-14

English: What are some of the most interesting astronomical objects you can see in the night sky? Armed with a good pair of binoculars or a small telescope, if you live in the Northern Hemisphere, you can look for the very popular objects in the Messier Catalog. Most of them, but not all, are also visible from the southern half of the Earth. The featured image shows all 110 objects in the catalog at uniform scale -- the same magnification. Charles Messier created the catalog in the 18th century. He was interested in comets, and his catalog was a list of known comet-like "objects to avoid" in the sky when observing or hunting for comets. The deep sky objects in the catalog include a supernova remnant (the Crab Nebula, M1), other galaxies (such as Andromeda, M31), nebulae (e.g. the Orion Nebula, M42, a star-forming region) and stellar clusters (such as the Pleiades, M45, a bright young open cluster).

Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.