APOD 2026-05-09: Kawah Messier dalam 3 Dimensi

📷 Kredit: Apollo 11, NASA; Hak Cipta Gambar 3D: Patrick Vantuyne

Penjelasan

Kalau kamu sering menyimak informasi tentang astronomi, kamu mungkin sadar banyak nebula terang dan gugus bintang di langit Bumi yang ada nama "Messier"-nya. Hal itu bukan tanpa alasan. Nama ini diambil dari Charles Messier, seorang astronom yang pada abad ke-18 menyusun katalog benda-benda langit, yang secara spesifik adalah nebula, gugus bintang, dan galaksi, yang berhasil ia amati. Atas kontribusi besarnya itu, namanya juga diabadikan di benda langit yang lebih dekat ke Bumi dibanding nebula, gugus bintang, dan galaksi: dua kawah besar di permukaan Bulan. Pada gambar di atas, kamu dapat melihat Kawah Messier (kiri) dan Kawah Messier A (kanan) yang terletak pada hamparan gelap Mare Fecunditatis, sebuah dataran lava beku yang luas dan relatif mulus di permukaan Bulan. Ukuran keduanya cukup berbeda meski berdampingan. Kawah Messier berukuran 15 kali 8 kilometer, sementara Messier A sedikit lebih besar dengan dimensi 16 kali 11 kilometer. Keduanya berbentuk lonjong, bukan bundar seperti kawah tumbukan pada umumnya. Bentuk itu punya penjelasan yang menarik. Objek yang menciptakan kawah-kawah ini tidak jatuh tegak lurus, melainkan datang dari sudut yang sangat dangkal, menyapu permukaan Bulan dari kiri ke kanan seperti batu yang dilempar miring. Gambar ini sengaja dibuat memiliki bayangan warna merah dan sian karena dimaksudkan untuk dilihat dengan kacamata 3 dimensi, sehingga kamu bisa melihat bentuk kawah dan seberapa dalam kawah-kawah ini sebenarnya. Selamat mencoba.


Sumber: NASA APOD | 2026-05-09

English: Many bright nebulae and star clusters in planet Earth's sky are associated with the name of astronomer Charles Messier from his famous 18th century catalog. His name is also given to these two large and remarkable craters on the Moon. Standouts in the dark, smooth lunar Sea of Fertility or Mare Fecunditatis, Messier (left) and Messier A have dimensions of 15 by 8 and 16 by 11 kilometers respectively. Their elongated shapes are explained by the extremely shallow-angle trajectory followed by an impactor, moving left to right, that gouged out the craters. The shallow impact also resulted in two bright rays of material extending along the surface to the right, beyond the picture. Intended to be viewed with red/blue glasses (red for the left eye), this striking stereo picture of the crater pair was recently created from high resolution scans of two images (AS11-42-6304, AS11-42-6305) taken during the Apollo 11 mission to the Moon.

Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.