APOD 2026-04-25: Kegigihan Cahaya Matahari

📷 Kredit: Lorenzo Busilacchi

Penjelasan

Matahari terbenam di tepi laut pada gambar ini sekilas tampak aneh, akan tetapi ini adalah fenomena nyata yang terjadi. Diabadikan dari pesisir barat Sardinia, Italia, gambar ini disusun dari serangkaian eksposur berurutan menggunakan kamera dengan lensa telephoto panjang. Matahari tidak sedang meleleh. Penampilannya yang tampak mencair dan bergeser-geser saat mendekati cakrawala disebabkan oleh refraksi atmosfer, yaitu pembelokan cahaya sepanjang garis pandang yang terus berubah, menciptakan distorsi dan fatamorgana pada cakram Matahari yang sudah memerah itu. Perubahan refraksi ini terjadi karena ada lapisan-lapisan atmosfer dengan suhu dan kepadatan yang berbeda tajam satu sama lain. Efek refraksi atmosfer lain yang terkenal, meski hanya berlangsung sekejap, adalah apa yang sering disebut green flash, kilatan hijau yang kadang muncul tepat ketika Matahari menyentuh atau muncul dari cakrawala, jika garis pandang ke Matahari cukup panjang dan kondisi atmosfer mendukung.


Sumber: NASA APOD | 2026-04-25

English: This seaside sunset offered a surreal experience, captured in a sea and skyscape from the west coast of Sardinia, Italy, planet Earth. The Daliesque scene is a composition of sequential exposures made with a camera and long telephoto lens. The Sun is not melting, though. Its shifting and fluid appearance as it nears the horizon is caused as refraction along the line of sight changes and creates distorted images or mirages of the reddened solar disk. The changes in atmospheric refraction correspond to atmospheric layers with sharply different temperatures and densities. Another famous but fleeting effect of atmospheric refraction produced by a long sight-line to the setting (or rising) Sun is often called the green flash.

Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.