
📷 Kredit: Claire Lamman/DESI collaboration
Penjelasan
Gambar aneh apa ini? Memang aneh, tapi ini adalah peta alam semesta kita. Selama lima tahun penuh, sebuah instrumen bernama Dark Energy Spectroscopic Instrument atau DESI, yang terpasang di Kitt Peak National Observatory di Arizona, Amerika Serikat, melakukan pengamatan langit tanpa henti. Hasilnya adalah sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: peta tiga dimensi alam semesta yang mencakup lebih dari 47 juta galaksi dan kuasar, semuanya dipetakan dengan pusat pandang dari posisi Bumi kita. Gambar ini memperlihatkan sepotong tipis dari keseluruhan data tersebut. Di sana terlihat celah-celah hitam yang bukan berarti kosong, melainkan wilayah yang terhalangi oleh galaksi kita sendiri, Bimasakti, sehingga objek-objek yang ada di baliknya tidak bisa diamati. Dan di bagian tertentu dari peta itu, tampak semacam jaring berbulu yang halus, sebuah gambaran dari struktur skala besar alam semesta, filamen-filamen raksasa tempat galaksi-galaksi berkumpul dan saling terhubung di sepanjang sejarah kosmis. Cahaya yang datang dari galaksi-galaksi terjauh dalam peta ini sudah menempuh perjalanan selama 11 miliar tahun sebelum akhirnya sampai ke teleskop kita. Galaksi-galaksi itu tidak hanya bergerak sembarangan, mereka mengelompok dan berkumpul di bawah pengaruh dua kekuatan yang saling berlawanan: gravitasi yang menarik segalanya semakin dekat, dan energi gelap yang mendorong alam semesta untuk terus mengembang semakin cepat. Analisis terhadap data awal DESI mengisyaratkan sesuatu yang, kalau terbukti benar, akan mengguncang fondasi fisika modern: energi gelap mungkin tidak sekonstan yang selama ini diasumsikan. Data DESI menunjukkan kemungkinan bahwa nilai energi gelap berubah seiring waktu, yang artinya energi gelap bukan angka statis melainkan sesuatu yang dinamis, sesuatu yang berevolusi bersama alam semesta itu sendiri. Apa sebenarnya energi gelap itu? Ia menyusun sekitar 68 persen dari seluruh isi alam semesta, mendorong segala sesuatu semakin menjauh satu sama lain, tapi kita tidak tahu apa itu. Sama sekali tidak tahu. Masih gelap. Peta sebesar ini, dengan 47 juta titik data di dalamnya, adalah usaha terbesar yang pernah dilakukan manusia untuk mulai mencari jawabannya.
Sumber: NASA APOD | 2026-04-23
English: This is a map of the universe. The Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) at Kitt Peak National Observatory, Arizona, has finished its five-year survey. It observed more than 47 million galaxies and quasars and created a 3D map centered on the Earth. Today's featured image shows a thin slice of these data: the black gaps indicate where our Galaxy obscures distant objects. The feathery web in the inset shows the large scale structure of the universe. Light of the most distant galaxies shown here travelled for 11 billion years to reach the Earth. Galaxies cluster throughout cosmic history under the competing influences of gravity and dark energy, responsible for the accelerated expansion of the universe. Analysis of early DESI results hinted at the possibility that dark energy, described as a cosmological constant by Albert Einstein, may not be constant after all. But we still have to wait for the analysis of the now complete dataset. The nature of dark energy is the biggest mystery of cosmology.