Seleksi Editor APOD Indonesia

Halo, penerjemah.

Ini adalah tahun ke-3 APOD Indonesia secara resmi beroperasi sebagai situs mirror APOD NASA. APOD Indonesia tidak akan bisa seperti sekarang ini tanpa dukungan dari para sukarelawan penerjemah yang selalu memberikan yang terbaik untuk setiap drafnya.

Tahun ini, APOD Indonesia ingin melakukan seleksi editor baru untuk Bahasa Indonesia. Editor sendiri akan memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

  • Memastikan kualitas hasil penerjemahan di setiap postingan APOD Indonesia.
  • Memahami padanan sebuah kata asing dalam bahasa Indonesia agar hasil terjemahan bisa lebih luwes dibaca tanpa menghilangkan maksud dan tujuan teks asli yang diterjemahkan.
  • Melakukan penyuntingan hasil terjemahan dari tim penerjemah sebelum ditayangkan di situs web APOD Indonesia maupun di Instagram @apod.id.
  • Memberikan evaluasi (jika ada) bagi tim penerjemah setiap minggunya.
Sebagai editor, kamu akan:
  • Dicantumkan namanya di bagian bawah/footer halaman APOD Indonesia.
  • Mendapatkan 2 draf yang harus diterjemahkan setiap pekannya.
  • Mendapatkan email khusus dari BelajarAstro berupa nama@belajarastro.my.id untuk kepentingan penyuntingan artikel.
Tertarik untuk mengajukan diri?
  1. Proses seleksi berlangsung mulai hari ini, 19 Agustus hingga 27 Agustus 2020.
  2. Seleksi dibuka untuk seluruh penerjemah APOD Indonesia yang saat ini statusnya masih aktif.
  3. Untuk mengikuti seleksi, kamu diwajibkan untuk menerjemahkan artikel yang ada di tautan ini ke Bahasa Indonesia: https://spaceplace.nasa.gov/planets-weight/en/
  4. Tulis hasil terjemahannya di badan email lalu kirim ke email info.astronomy@gmail.com dengan subyek “Seleksi APOD Indonesia”.
  5. Pengumuman siapa yang diterima sebagai editor akan dilakukan pada 30 Agustus 2020.
Kriteria penilaian:
  1. Hasil terjemahan mudah dimengerti, menggunakan bahasa Indonesia yang telah sesuai EBI.
  2. Bisa menambahkan kalimat yang tidak ada dalam teks Bahasa Inggris akan mendapatkan nilai tambah, asalkan konteks artikel terjemahan tidak jauh berbeda dari konteks artikel aslinya.
Semoga kamu adalah editor baru APOD Indonesia.