27 Oktober 2026
Awan Noktilusen di Langit Swedia

Kredit Foto & Hak Cipta: V. Höfer, D. Večerník & B. Večerníková
Penjelasan: Saat malam tiba di permukaan Bumi, langit di ketinggian tertentu masih bisa disinari Matahari. Ketika rotasi Bumi membawa suatu wilayah memasuki bayangan Bumi, Matahari seolah-olah terbenam dari permukaan tanah. Namun, awan yang berada jauh lebih tinggi masih menerima cahaya Matahari dari balik cakrawala. Fenomena inilah yang membuat awan noktilusen atau noctilucent clouds dapat terlihat setelah matahari terbenam. Awan yang juga dikenal sebagai awan mesosfer kutub ini merupakan jenis awan tertinggi di atmosfer Bumi. Biasanya terlalu redup untuk diamati, tetapi pada musim panas, awan ini dapat tampak bercahaya biru ketika disinari Matahari dari bawah cakrawala. Foto ini mengabadikan jaringan awan noktilusen di atas hamparan rumput dekat Linköping, Swedia, pada awal Agustus 2026. Meski telah banyak dipelajari dalam dua dekade terakhir, proses pembentukan dan perubahan awan unik ini masih menjadi topik penelitian aktif.
Alih Bahasa: Riza Miftah Muharram
D Indonesia