25 Oktober 2026

Penghuni Tak Terlihat Alam Semesta

The picture shows a computer simulation of the matter distribution in our universe with dark matter shown in a dark color on a light background. Please see the explanation for more detailed information.

Kredit & Hak Cipta: Tom Abel & Ralf Kaehler (KIPAC , SLAC), AMNH

Penjelasan: Peta materi gelap ini sekilas tampak seperti gambaran alam semesta yang dihantui sesuatu. Materi gelap merupakan salah satu penjelasan utama mengapa galaksi berputar begitu cepat, galaksi bergerak cepat di dalam gugusnya, serta mengapa gravitasi dapat membelokkan cahaya dengan begitu kuat melalui fenomena lensa gravitasi. Materi gelap juga membantu menjelaskan bagaimana materi yang bisa kita lihat tersebar di alam semesta. Gambar dari pertunjukan Dark Universe di Planetarium Hayden, American Museum of Natural History, ini memperlihatkan salah satu simulasi komputer tentang penyebaran materi gelap. Filamen-filamen kompleks berwarna hitam membentuk jaringan menyerupai sarang laba-laba di seluruh alam semesta, sementara gumpalan materi barionik yang lebih jarang, seperti bintang dan gas, ditampilkan dalam warna jingga. Hasil simulasi semacam ini memiliki kesesuaian statistik yang baik dengan pengamatan astronomi. Namun, ada sesuatu yang mungkin lebih misterius daripada materi gelap. Meski sifat dan bentuk fisiknya belum diketahui, materi gelap bukan lagi dianggap sebagai sumber gravitasi paling aneh di alam semesta. Gelar tersebut kini lebih tepat diberikan kepada energi gelap, suatu komponen yang tersebar relatif merata dan diduga menghasilkan efek gravitasi yang mendorong percepatan ekspansi alam semesta.

Alih Bahasa: Riza Miftah Muharram