7 Oktober 2026
Sisa Supernova Pa 30

Kredit Foto & Lisensi: International Gemini Observatory/NOIRLab/NSF/AURA. Pengakuan: PI: T. Cunningham (Center for Astrophysics – Harvard & Smithsonian). Penyunting Gambar: J. Miller & M. Rodriguez (International Gemini Observatory/NSFNOIRLab), T.A. Rector (University of Alaska Anchorage/NSFNOIRLab), D. de Martin & M. Zamani (NSFNOIRLab).
Penjelasan: Bukan, ini bukan kembang api tahun baru 2027 yang dinyalakan lebih awal, melainkan sebuah nebula yang dikatalogkan sebagai Pa 30, yang diamati menggunakan Teleskop Gemini Utara di Hawaii. Nebula ini terbentuk dari sisa-sisa ledakan supernova yang terjadi pada masa lampau. Catatan sejarah dari astronom Tiongkok, Jepang, dan Arab secara terpisah menyebut kemunculan sebuah “bintang tamu” di langit pada tahun 1181, yang terlihat selama 185 hari. Titik cahaya baru yang terang itu diyakini berasal dari ledakan supernova yang membentuk Pa 30. Para astronom belum sepenuhnya memahami bagaimana ledakan tidak biasa ini terjadi. Diklasifikasikan sebagai supernova tipe Iax, ledakan tersebut diduga dipicu oleh penggabungan dua katai putih. Bintang misterius di pusat nebula sangat panas dan menghasilkan angin bintang yang kuat, yang kemungkinan membentuk filamen-filamen radial yang menyebar ke segala arah. Jika diamati lebih dekat, filamen tersebut dihiasi gumpalan-gumpalan menyerupai mutiara dengan diameter sekitar empat hari cahaya. Memahami bagaimana supernova ini menciptakan nebula yang menakjubkan tersebut masih menjadi misteri yang telah bertahan selama 845 tahun, dan terus berlanjut hingga kini.
Alih Bahasa: Riza Miftah Muharram
D Indonesia